Senin, 12 Oktober 2015

Perang Perancis-Prussia, awal kebangkitan Jerman.

Perang Perancis-Prussia, 1870.
Pertempuran Sedan, Perancis kalah mutlak terhadap Jerman yang menyebabkan Kaisar Napoleon III ditangkap


          Perang Jerman-Perancis atau Perang Perancis-Jerman atau ((German: Deutsch-
Otto von Bismarck,
Kanselir Jerman saat itu. 
Französischer Krieg, lit. German-French War, French: Guerre franco-allemande, lit. Franco-German War)),sering juga disebut sebagai Perang 1870 (19 July 1870 – 10 May 1871), adalah Konflik anatara Kekaisaran Kedua Perancis dengan Konfederasi Jerman Utara yang dipimpin oleh Kerajaan Prussia. Konflik dilandasi karena ambisi Prussia untuk menciptakan kesatuan jerman. Kanselir Prussia, Otto von Bismarck berencana untuk memprovokasi perancis agar menyerang terlebih dahulu, supaya Jerman mendapat alasan untuk membuat aliansi dengan  negara-negara di Selatan Jerman seperti Baden, Wurttemberg, Bavaria, dan Hesse-Darmstadt menjadi menjadi Aliansi yang besar yang disebut Konfederasi Jerman Utara yang didominasi oleh Kerajaan Prussia.

 
Wilhelm I (Kaisar Jerman dan Raja Prussia)

         Singkat waktu, Bismarck dengan cakap menciptakan krisis Diplomatik seperti halnya saat Perang Penerus Spanyol (1701-1712), lalu menulis sebuah berita tertulis tentang pertemuan antara Raja William I dari Prussia (Wilhelm I) dan menteri luar negeri Perancis. Press dan Parlemen Perancis menginginkan Perang, yang telah dijamin oleh para Jenderal Napoleon III. Napoleon dan Perdana menteri nya, Emile Ollivier, sebagai bagian dari usahanya untuk mengatasi masalah mereka yang berhubungan dengan Perpecahan Politik di Perancis. 16 Juli 1870, Parlemen Perancis memilih untuk berperang dengan Kerajaan Prussia dan permusuhan dimulai 3 hari setelahnya. Koalisi Jerman memobilisasi pasukannya lebih cepat dari Perancis dan dengan cepatnya menginvasi Timur Laut Perancis. Pasukan Jerman  sangat unggul dalam jumlah, perlatihan yang bagus dan Kepemimpinan dan membuat menjadi lebih efektif dengan menggunakan Teknologi Modern, Jalur Kereta, dan Artillery.


Kaisar Napoleon III,
Kaisar Perancis saat itu.
     Serangkaian sapuan kemengan Prussia dan Jerman di Perancis Timur, mengantarkan Jerman menuju Pertempuan Sedan dan Blokade Metz yang menyebabkan kekalahan mutlak Perancis. Napoleon III ditangkap di Sedan pada 2 September 1870. Sebuah badan pertahanan pemerintahan Perancis menyatakan berdirinya Republik ketiga di Paris pada tanggal 4 September 1870 dan melanjutkan perang. Lima bulan kemudian, Perlawanan pasukan Jerman dan kekalahan Perancis Pasukan baru perancis di Perancis Utara. Pasukan Prussia bergerak menuju Ibukota Perancis, Paris, Pasukan Prussia melaksanakan Blokade Paris, dan Ibukota pun jatuh pada tanggal 28 Januari 1871. Negara-negara Jerman lalu memplokamirkan persatuan mereka dengan nama Kekaisaran Jerman dibawah kepemimpinan Raja Prussia, Wilhelm I dari Prussia, mempersatukan jerman menjadi sebuah Negara besar. Perjanjian Frankfrut pada 10 Mei 1871, menyatakan bahwa Jerman mendapatkan sebagian besar wilayah Alsace dan sebagian wilayah Lorraine, yang akan berubah menjadi Teritori Imperium Alsace-Lorraine (Reichsland Elsaß-Lothringen).


Tragedi Paris Commune, Maret 1871
          Menyusul kekalahan perancis, Gerakan Revolusi bangkit yang dinamakan Paris Commune mengumpulkan kekuatan di Ibukota dan berlangsung selama dua bulan, sampai supresi berdarah oleh prajurit Perancis saat akhir Mei 1871. Penaklukan Jerman atas Perancis dan Unifikasi Jerman mengecawakan kebijakan “European balance of Power (Kesetaraan Kekuatan Eropa)”, yang telah ada sejak Kongres Vienna (1815) dan Otto von Bismarck tetap sebagai penasihat agung di Pertemuan Internasional selama dua dekade. Keinginan Perancis untuk merebut Alsace-Lorraine dan ketakutan akan perang Jerman-Prancis yang lain, bersama dengan kekhawatiran Inggris akan kestabilan kekuatan di Eropa, menjadi faktor yang menyebabkan Perang Dunia I (the Great War).


Analisis kekalahan Perancis dalam Perang ini :


  • Kurangnya persiapan Perancis dalam menghadapi peperangan dengan Jerman


          Hal ini dapat dibuktikan saat Mobilisasi Militer Pasukan Jerman yang jauh lebih cepat dari pada Pasukan Perancis. Meskipun pihak Perancis-lah yang mengumumkan Perang terlebih dahulu.


  • Teknologi Militer Perancis yang ketinggalan jauh daripada Teknologi Militer Jerman.

          Meskipun Perancis adalah Negara pertama yang menggunakan Machine Gun (mitrailleuse), dengan jangkauan sampai dengan 1200 yd (1100 m), tetapi hal ini masih tidak mempengaruhi peperangan. Karena, Perancis ketinggalan dalam teknologi Artillery maupun rifle, rifle Jerman (1500 yard/1,400 m) disbanding Perancis (600 yards/550 m) dan Artillery Jerman dengan jangkauan (2-3 Km/ 1.2-1.9 mil)

  • Pasukan Perancis kebanyakan adalah pasukan yang kurang terlatih, sehingga mereka kekurangan pengalaman dalam menggunakan Artillery.

  • Pasukan Perancis kalah Jumlah dengan Pasukan Jerman.

       Pasukan Jerman berjumlah sebanyak 1,200,000 serdadu sedangkan Pasukan Perancis dengan 900,000. Perbandingannya setara dengan 4:3.
  • Perancis terlalu meremehkan Prussia.

          Hal ini dapat dibuktikan saat Para Jendral Perancis yang menjamin kemenagan jikalau berperang dengan Prussia. Lalu, saat Parlemen Perancis yang secara gegabah mengumumkan perang kepada Jerman, dengan alasana yang sama pula.

  • Memburuknya hubungan diplomatic Perancis dengan Negara-negara besar Eropa.

          Meskipun Kerajaan Austria-Hungaria dan Kerajaan Denmark berharap untuk membalaskan dendam karena kekalahan meraka terhadap Jerman (Austro-Prussian War), tetapi mereka tidak mau terlibat karena mental dari Perancis sendiri sudah payah, dan sudah tidak bisa diandalkan. Napoleon III juda gagal untuk membentuk aliansi dengan Kekaisaran Russia dan Inggris Raya, Hubungan Perancis dengan Kerajaan Inggris Raya sebenarnya tidak memburuk, tetapi antara Inggris Raya dan Jerman hubungan diplomatiknya sangat erat terutama setelah Pernikahan anatara Putra Mahkota Frederick III dari Prussia, dan Putri Victoria (anak dari Ratu Victoria dari Inggris). Hubungan Perancis dengan Kekaisaran Russia memburuk terutama setelah Perang Krimea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar