Minggu, 18 Oktober 2015

Perang suksesi takhta Spanyol, Perang perebutan Takhta terburuk yang pernah ada.

Perang Penerus Takhta Spanyol

Charles II, Raja keturunan Habsburg terakhir
          Perang Penerus takhta Spanyol/ Perang Suksesi Spanyol adalah sebuah konflik besar di Eropa pada awal abad ke-18, ditandai dengan kematian di 1700 dari Raja Spanyol-Habsburg, Charles II, yang mandul dan tidak punya anak. Dia telah memerinta Kekaisaran
besar yang aktif yang wilayahnya sudah mendominasi dunia, dan pertanyaan mengenai siapa yang akan meneruskannya telah menjadi masalah penguasa-penguasa di seluruh penjuruh Eropa, Untuk menyelesaikan masalah ini, Kekaisaran menyediakan kandidat kuat dari Perancis (House of Bourbon/ Bangsawan Bourbon), Austria (House of Habsburg/ Bangsawan Habsburg), dan Bavaria (House of Wittelsbach) yang gagal, dan di kasur kematiannya Charles II menyelesaikan masalah dengan memberikan semua peninggalan Spanyol kepada Philip, Adipati
Anjou, cucu tertua kedua  dari Raja Louis XIV dari Perancis. Dengan Philip memerintah di Spanyol, Louis XVI akan menjamin kesejahteraan dinastinya (Bourbon), tetapi beberapa bangsawan menganggap bahwa jika Bangsawan Bourbon yang mendominasi akan mengancam kestabilan Eropa, mengganggu kestabilan kekuatan.
Louis XIV, Raja Perancis

          Louis XIV mempunyai alasan yang bagus untuk menerima cucunya di Takhta Spanyol, tetapi dia membuat berbagai langkah yang kontroversial, dia mengirimkan pasukan untuk mengamankan Spanish Netherland (zona pertemuan antara Perancis dengan Republik Belanda), dia menginginkan untuk mendominasi Perdagangan Spanyol yang mendapati saingan oleh Inggris dan Belanda, dan patrahnya lagi, dia tidak mau melepaskan Philip, Adipati Anjou untuk menjadi pewaris takhta kerajaan Perancis, hal itu dilakukan untuk membuka peluang kemungkinan untuk menyatukan Perancis dan Spanyol dibawah perintah oleh satu monarki yang berkuasa. Untuk menghindarkan dominasi Louis XIV, Inggris, Republik Belanda, dan Austria, bersama-sama dengan sekutu-sekutu mereka di Kekaisaran Romawi Suci, membentuk Aliansi Agung (1701), dan mensupport klaim Kaisar Leopold I untuk mengklaim seluruh Spanyol kepada anak keduanya yaitu Adipati Agung Charles dari Austria. Untuk mensupport kandidat Habsburg tersebut (dikenal oleh para pendukungnya sebagai Charles III) setiap anggota dari koalisi berjuang untuk mengurangi kekuatan Perancis, menjaga Wilayah dan Dinasti mereka masing-masing dan mengembalikan dan meningkatkan perdagangan yang telah mereka nikmati saat era Charles II.
John Churchill, Adipati Marlborough

          Inggris, Belanda, dan Austria secara formal mengumumkan perang di Mei 1702. Di tahun 1708 Adipati Marlborough (Inggris) dan Pangeran Eugene of Savoy (Austria) telah menjamin kemengan di Spanish Netherland dan di Italia, dan telah mengalahkan sekutu Louis XIV, Bavaria. Pearncis menghadapi Invasi dan kehancuran, tapi keutuhan aliansi runtuh terlebih dahulu. Dengan kekalahan Aliansi Agung (Grand Alliance) di Spanyol dan korban yang menggunung dan tujuan yang terbelah, Tories menjadi Perdana Menteri di Inggris pada 1710 and mengusulkan untuk mengakhiri peperangan. Inggris meninggalkan operasi pertempuran. Belanda, Austria, dan Jerman berjuang untuk menguatkan negoisasi dengan Inggris, tapi telah dikalahkan oleh Marshall Villars, selanjutnya mereka terpaksa menerima Mediasi Inggris-Perancis. Seiring berjalannya waktu ditandan-tangilah Perjanjian Utrecht (1713) dan Perjanjian Rastatt (1714). Kekaisaran Spanyol dibelah leh kekuatan Mayor dan Minor. Austria menerima banyak wilayah Spanyol di Eropa, tapi Adipati Anjou menerimanbanyak wilayah Spanyol di Eropa, tapi Adipati Anjou menerima semenanjung Spanyol dan Spanish America, dmana setelah mengumumkan bahwa dia tidak akan menerima klaimnya terhadap penerus Perancis, dia memerintah atas nama Raja Phillip V. Kestabilan kekuatan Eropa telah terjamin.

Analisis kekalahan Kekaisaran Romawi Suci dalam menklaim takhta Spanyol :

  • Analisis Politik :
         1.     Klaim yang diajukan oleh Kaisar Leopold I, yang diperuntukkan untuk putra  keduanya Adipati Agung Charles lebih lemah dari pada klaim Perancis.


Adipati Agung Charles VI
Leopold I
















Meskipun keduanya, Louis XIV dan Leopold I adalah keponakan dari Philip IV (ayah dari Charles II), tetapi mengapa klaim Perancis lebih kuat dari pada klaim Austria ?

Faktor yang menyebabkan hal itu terjadi :

                       a.     Raja Perancis, Louis XIV, telah menikahi saudari tiri Charles II, yaitu Putri  Maria Theresa dari Spanyol. 
Maria Theresa, Istri pertama Louis XIV

           Pernikahan mereka, menghasilkan anak yang bernama Louis, Grand Dauphin. Dengan pernikahan ini memperkuat posisi Perancis untuk mengklaim takhta Spanyol, sekaligus didukung dengan lahirnya Louis, Grand Dauphin. Karena sesuai dengan Hukum waris takhta Spanyol, Takhta harus diberikan kepada anak laki-laki. 

                      b.     Lemahnya kekudukan genetik Adipati Agung Charles dan kematian Maria Antonia (24 Desember 1692).
Adipati Agung Charles VI
Maria Antonia


          














Surat pengalihan takhta ini ditujukan karena anak laki-laki Maria Anna, Joseph Ferdinand meninggal sebelum kematian dari Charles II. Adipati Agung Charles ini sendiri adalah putra dari Kaisar Leopold I dan Istri ketiganya Eleonor Magdalene dari Nueburg. Eleonor Magdalene sendiri tidak mimiliki hubungan sama sekali dengan keluarga Kerajaan Spanyol.

       Sehingga dapat disimpulkan, bahwa, kekalahan Adipati Agung dalam memeperebutkan takhta Spanyol. Karena, sang Adipati tidak memiiki hubungan darah yang cukup dekat dengan keluarga kerajaan Spanyol, dia hanya bermodalkan hubungan darah dari Kaisar Leopold I (keponakan Philip IV), dan surat wasiat dari Maria Antonia. Dalam dunia perpolitikan Monarki, hal ini modal yang sangat kurang untuk mengklaim suatu takhta kerajaan.

                     c.      Pewaris takhta dari Perancis, Philip, Adipati Anjou. Memiliki hubungan darah yang dekat dengan keluarga kerajaan Spanyol.
Philip, Adipati Anjou, yang nantinya menjadi Philip V dari Spanyol.

       Louis XIV dan Maria Theresa, yang bernama Louis, the Grand Dauphin. Louis, Grand Dauphin menikah dengan Maria Anna Victoria dari Bavaria, mengasilkan tiga anak yang salah satunya Philip, Adipati Anjou. Sesuai dengan surat wasiat Charles II yang menyatakan bahwa takhta akan diberikan kepada Philip, maka Louis XIV menyetujui dan sekaligus mengangkat Philip menjadi pewaris calon pemimpin Perancis. Rencana Louis XIV pun berhasil, ini dapat dibuktikan, bahwa sebagian besar bangsawan, pejabat, dan para Adipati mendukung klaim tersebut. Klaim tersebut didukung oleh Crown of Castille, Italian Spanish, dsb.

           2.     Tidak diakuinya Maria Antonia (anak Margaret Theresa) dalam keluarga Kerajaan Spanyol.
Maria Antonia (kiri), dan Ibunya Margaret Theresa (kanan)

          Maria Antonia, adalah anak dari pernikahan antara Leopold I dan Istri pertamanya yang bernama Margaret Theresa. Maria Antonia menikah dengan Maximillian II Emmanuel, Elektor Bavaria. Pernikahan mereka mereka mendapat seorang anak laki-laki yang bernama Joseph Ferdinand, tetapi Joseph Ferdinand mati pada tahun 1699, tepat 1 tahun sebelum pamannya (Charles II) meninggal. Hal ini membuat Margaret Theresa mengalihkan hak atas Takhtanya diberikan kepada Adipati Agung Charles dari Austria. Tetapi hal ini berbeda dengan suaminya, Maximillian II Emmanuel yang mendukung Perancis dalam mengklaim  Takhta Spanyol, tindakan ini memancing kemarahan Kaisar Leopold I, yang akhirnya memutuskan untuk menyerang Bavaria (Pertempuran Blenheim), Bavaria kalah. Maximillian II Emmanuel dan keluarganya (kecuali Maria Antonia) dijebloskan ke Penjara atas tuduhan berkhianat.

Analisis Militer :

1.     Terpecahnya focus Austria
          Fokus Austria terpecah karena adanya pemberontakan di Hungaria, yang dipimpin oleh Francis II Rákóczi, pemberontakan itu terjadi karena kehancuran yang besar setelah peperangan dengan Kekaisaran Ottoman. Disamping itu, tingginta pajak, dan Praktek Feodal, memprovokasi rakyat untuk bangkit dari penderitaan untuk melakukan restorasi dengan menggunakan Konstitusi Lama.

2.     Adanya perpecahan di Grand Alliance.

          Perpecahan ini diakibatkan karena kurangnya kerja sama antar sesama Jenderal yang terlibat, taktik yang tidak jelas, dan Rivalitas komando. Dan, hal ini diperparah dengan munculnya persaingan antara Inggris Raya dan Republik Belanda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar